Sabtu, 08 Oktober 2011

Bugil Demi Hewan


People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), yang sering berkampanye dengan menampilkan wanita bugil, berencana meluncurkan situs pornografi mengatasnamakan hak-hak binatang.
Organisasi nonprofit yang kampanye kontroversialnya mengundang kritik dari kelompok hak-hak perempuan itu berharap meningkatkan kesadaran vegetarian melalui gabungan pornografi dan cuplikan grafis penderitaan hewan.

"Kami berharap menjangkau khalayak baru. Beberapa di antaranya akan terkejut dengan gambar grafis yang mungkin tidak mereka perkirakan ketika masuk ke situs triple-X PETA," kata Lindsay Rajt, Associate Director Kampanye PETA.

PETA sendiri telah dituduh mengkampanyekan hak-hak binatang dengan mengeksploitasi perempuan. Bebarapa kelompok Facebook telah diluncurkan untuk menentang PETA, seperti Real Women Against PETA dan Vegans (and Vegetarians) Against PETA.

"PETA sangat jujur," kata Jennifer Pozner, Direktur Eksekutif kelompok advokasi Women In Media & News yang berpusat di New York.

"Mereka telah secara konsisten menggunakan seksisme sebagai strategi pemasarannya untuk mendapatkan perhatian. Penggunaan seksisme telah menjadi lebih ekstrem dan semakin merendahkan."

PETA telah mengajukan permohonan untuk meluncurkan situs pornografi dengan domain .xxx yang akan aktif pada awal Desember.

Sementara banyak organisasi nonprofit dan perusahaan berusaha untuk melindungi nama website mereka agar tidak dibajak dengan domain .xxx, PETA malah merangkul domain baru itu sebagai cara lain untuk melakukan bisnis.

"Kami mencoba untuk menggunakan setiap peluang yang kami bisa untuk menyuarakan soal hewan," kata Rajt. "Kami mengantisipasi bahwa nama domain baru triple-X ini akan menjadi topik hangat dan kami segera memutuskan untuk menggunakannya dan mengambil keuntungan dari itu untuk mencoba mempromosikan pesan hak asasi hewan."

Jill Dolan, Direktur Program Studi Gender dan Seksualitas di Princeton University, bersikap kritis terhadap kampanye PETA.

"Pemanfaatan porno untuk mendapatkan perhatian masyarakat tampaknya akan gagal. Mengeksploitasi gambar-gambar porno perempuan adalah kemunduran dan misoginis," kata Dolan dalam e-mail-nya.

sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar