Minggu, 09 Oktober 2011

Jenderal Termuda Di Dunia


Di negara-negara lain, belum pernah mendengar ada personil militer yang mampu menempuh pangkat tertinggi di usia 27 tahun, seperti yang dinikmati Jong Un.

Kalau bukan putra diktator yang sangat berkuasa, tidak mungkin pula dia menyandang gelar itu. Jong Un merupakan putra paling bungsu pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Il.

Promosi Jong Un sebagai jenderal bintang empat dikabarkan Selasa, 28 September 2010. Bukan cuma itu saja yang diraih Jong Un. Media pemerintah Korut, Rabu pagi 29 September 2010, mengumumkan bahwa Jong Un juga mendapat posisi sebagai anggota Komite Pusat dan Wakil Ketua Komisi Militer Partai Pekerja - yang merupakan partai politik satu-satunya di negara komunis itu.

Sebagai Wakil Ketua Komisi Militer, Jong Un turut bertanggungjawab menyusun kebijakan militer, yang beranggotakan 1,2 juta personil. Demikian ungkap Kementrian Unifikasi Korea Selatan.

Uniknya, Jong Un tidak diketahui punya karir politik maupun militer. Media massa internasional hanya baru mengetahui Jong Un pernah bersekolah di Swiss.

Menurut majalah mingguan Swiss, L'Hebdo, pada edisi awal tahun ini, Jong Un terdaftar sebagai murid Sekolah Internasional di Berne hingga 1998, dengan nama samaran Pak Chol. Di sana, dia belajar bahasa Inggris, Jerman, dan Perancis.

"Seorang teman kelasnya menyebut dia pemalu dan introvert. Namun dia gemar bermain ski dan bola basket serta fans berat bintang NBA, Michael Jordan," tulis laporan L'Hebdo seperti yang dikutip harian The Guardian.

Tampaknya, penunjukkan Jong Un sebagai jenderal dan anggota inti pada Partai Pekerja merupakan skenario ayahnya. Jong Un disiapkan untuk mewarisi kekuasaan Jong Il bila dia wafat.

Wajar bila Jong Il mulai menyiapkan pengganti mengingat kesehatannya mulai menurun. Pada Agustus 2008, pemimpin yang kini berusia 68 tahun itu dikabarkan menderita stroke. Maka, harus ada calon pemimpin baru bila muncul kabar yang tidak menyenangkan menyangkut kesehatan Jong Il.

Peristiwa yang sama juga pernah terjadi saat Jong Il menggantikan ayahnya, Kim Il Sung, yang wafat pada 1994. Il Sung merupakan Bapak Pendiri Korut sehingga sudah dianggap dewa oleh rakyatnya.

Diantara ketiga putra yang dimiliki Jong Il, Jong Un tampaknya merupakan yang paling cocok menjadi calon pemimpin baru. Masalahnya, kedua kakaknya dianggap tak punya potensi memimpin 24 juta rakyat Korut.

Putra sulung Jong Il, yaitu Kim Jong Nam, sudah terlalu lama berada di luar negeri. Bahkan, Jong Nam sudah membuat malu ayahnya saat dia ketahuan berupaya kabur ke Jepang dengan paspor palsu pada 1990-an.

Putra kedua Jong Il, Kim Jong Chol, malah dianggap punya kepribadian menyimpang, karena bersifat lebih mirip perempuan ketimbang lelaki. Kepribadian Jong Chol itu diungkapkan oleh seorang mantan juru masak Jong Il, dalam otobiografi yang terbit pada 2003 berjudul "Saya Dulu Tukang Masak Kim Jong Il."

Jong Un diyakini masih berusia belia untuk menjadi jenderal, yaitu 27 tahun. Dia juga tidak punya pengalaman berpolitik dan tidak terdengar pernah berdinas militer.

Namun, dia merupakan kesayangan Jong Il. Penampilan dan ambisi Jong Un mirip dengan Jong Il.

Sampai muncul kabar pengangkatannya sebagai jenderal, Jong Un belum pernah muncul ke hadapan publik, apalagi berbicara. Kalangan media massa pun sejauh ini hanya bisa mendapatkan foto-foto Jong Un semasa kecil dan remaja.

Itu karena Jong Il selama ini sangat menutup rapat semua anggota keluarganya dari sorotan publik dan media. Maka, pengangkatan Jong Un dan isu bahwa dipersiapkan menjadi calon pemimpin baru Korut menjadi berita besar di mancanegara.

"Itu jelas merupakan kabar terbesar yang kami pernah dengar dari Korea Utara sejak meninggalnya Kim Il Sung," kata Peter Beck, pengamat dari Universitas Keio di Tokyo, Jepang.

Isu suksesi itu muncul saat Jong Il menggelar Kongres Partai Pekerja pekan ini. Momen itu sangat jarang terjadi di Korut, karena kongres terakhir berlangsung pada 1980.

Namun, pengamat dari The Mansfield Foundation, L. Gordon Flake, merasa bahwa isu suksesi kepemimpinan ini masih terlalu dini untuk dibicarakan. "Tidak ada suksesi selama Kim Jong Il masih hidup," kata Flake. "Apa yang kita saksikan adalah indikasi awal dari permulaan proses suksesi. Kim Jong Il masih berkuasa," lanjut Flake.



  1. Kisah Seorang Aktris Porno Yang Meninggalkan Karirnya
  2. belajar dari kupu-kupu
  3. Belajar Mengasihi Dari Malaikat Kecil
  4. Perjuangan Hidup Penambang Belerang
  5. Uang dan waktu
  6. Nick Vujicic, Pria Yang Hidup Tanpa Kaki dan Tangan
  7. true story Surat Seorang Ayah Kepada Anaknya yang Sudah Meninggal
  8. kisah inspiratif orang terkaya ke3 di indonesia
  9. Kisah Mengharukan Seorang Perampok dan Anak Buta
  10. Lanjutkan! (Jangan Kau Berhenti)
  11. Sisihkan 2-3 menit waktu kalian sebentar utk membaca ini
  12. kisah nyata yang terjadi di jepang
  13. Socrates Diperintahkan Meminum Racun karena Mengajarkan Kebenaran
  14. CINTAILAH CINTA
  15. Bicara Dengan Bahasa Hati
  16. tak sesulit yang anda bayangkan
  17. Ibunda, Kenapa Engkau Menangis
  18. PELAJARAN SANG KELEDAI
  19. HARI INI ADALAH ABADI
  20. menikmati kritik dan celaan
  21. sayangilah kekasihmu sebelum ini terjadi
  22. Impian Seluruh Orang Tua
  23. Renungan Seorang Anak
  24. keharusan memberi, bukan menerima
  25. Kisah sebuah guci
  26. Hargailah Sebutir Nasi
  27. kapan kita membahagiakan orang tua kita???
  28. Segala Hal Pasti Butuh Biaya
  29. menuju kebahagiaan
  30. Renungan Hidup/a>
  31. Kebodohan Profesor yang Menganggap Agama Sebuah Mitos
  32. Renungan Buat Wanita Jaman Sekarang
  33. SAAT-SAAT KEMATIAN MENJEMPUT
  34. renungan di kesunyian malam
  35. Suami yg sholeh harta yg berharga buat istri
  36. Perlakukan dengan baik
  37. Kisah Cinta seorang Anak kepada Orang Tuanya
  38. Jati diri Kita yang Sebenarnya
  39. Kenyamanan Bagai Arak Beracun
  40. Berkorban Itu Indah
  41. Pengabdian Tanpa Tanda Jasa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar