Senin, 17 Oktober 2011

Jika Esok Ajal Menjelang

Jika Esok Ajal Menjelang


Inspirasi itu bisa datang dari mana saja…bahkan dari seorang anak kecil yang berlarian tanpa celana di keramaian pasar. Sang ibu mengejar sambil mengacungkan tangan memegang celana pendek dengan mulut tak henti memanggil nama si kecil. Tertangkap! Si kecil lalu terkikik dikitik-kitik ibunya.
“Duh, naak…belom pake celana kok sudah lari-lari…malu loh…” Ibu itu lalu menciumi anaknya penuh sayang, lalu kembali berjualan. Si anak masih menggelayut manja di sampingnya. Ibu itu, penjual sayuran di pinggir jalan. Beralaskan terpal dari karung dengan payung besar untuk bernaung. Berdua, dengan anaknya, sambil sesekali menjajakan dagangan, “Sayur, Bu? Sayur…?”…

Teringat dengan kejadian beberapa hari yang lalu, seorang anak tetangga jatuh. Sang ibu datang dengan cepat menghampiri, berlari. Tapi langsung mencak-mencak, malah ditambahin “puk” di pantat sang anak… Duhh, bukan salah si batu yang disandung, bukan salah si kecil yang tersandung. Ibu, “puk” itu juga bikin sakit …

---

Pernah kebayang gak , apa yang akan kita lakukan seandainya tau umur kita tinggal 3-2-1 tahun? Atau bahkan mungkin ada dalam hitungan bulan, minggu, hari??? Ketika kita sakit parah, mungkin renungan tentang resolusi menjalani hidup tiba menjadi penguat hati untuk cepat sembuh. Ketika kerabat meninggal, menjenguk orang sakit, atau hanya dari melihat reality show “tolooong…tolooong”, hmm…. Hidup ini pelajaran yang dipelajari, dan kita belajar mempelajarinya…

Mensyukuri apa yang ada tak cukup teman. Nilai hidup lebih dari itu. Rasa syukur memberi kita tempat untuk menikmati hidup. Memberi rasa bahwa apa yang kita sudah jalani, itulah yang terbaik kita dapat. Tak perlu mendongak ataupun menunduk. Apapun itu, yang sanggup kau raih dan ada digenggamanmu. Disyukuri …. Tapi hidup tak hanya sendiri. Masih ada kawan dan lawan untuk berbagi. Lawan?? Berbagi? Hmm…

Lawan adalah musuh utamamu. Lawan yang yang tangguh, bikin keki dan bisa membuatmu kalah telak! Kalah terhadap harga diri, prestasi, bahkan tubuh, dirimu sendiri. Lalu hidupmu diusung rasa benci, dendam, dan iri hati. Merasa dirimu paling benar tapi tak benar. Merasa dirimu pintar tapi menjadi hal terbodoh yang pernah terlihat. Merasa dirimu penuh kasih sayang tapi wajahmu kecut buah dari kebencian. Merasa dirimu hebat tapi berbentuk kemunafikan. Merasa dirimu sehat tapi nyata parumu tergerogoti asap yang kau hirup, otakmu, hatimu, jantungmu, nyawamu…(fiuuuhh…).

Hmm…lantas apa yang kita lakukan? Ternyata hanya menggumam, nggrundel dan diam di tempat. Ah…pikirkan baik-baik teman, lawan apa yang hendak kita kalahkan? Dirinya? Dirimu? Nafsumu? Amarah? Angkara? Apakah ia berwujud sepertimu, atau bahkan berbentuk bongkahan batu besar yang pongah kau tanam di dalam bawah sadarmu . Apapaun itu, temukan dan berbagilah…. Berbagilah kebaikan dengannya.

Kebaikan apa yang telah kita lakukan? Kebaikan apa yang akan kita lakukan? Mungkinkah lawan menjadi kawan? Jika besok adalah ajalmu, berapa banyak lawan yang kau ajak berteman hari ini? Jika besok adalah ajalmu, lihatlah sekelilingmu. Santun ucapmu penuh kasih sayang, indah lakumu berbagi cinta. Apa yang ada dihadapanmu, yang teraih oleh genggamanmu adalah anugerah terbaik yang bisa kau bagi dengan yang lain. Besok adalah ajalmu. Nantikan ia dengan suka cita…

  1. Kisah Seorang Aktris Porno Yang Meninggalkan Karirnya
  2. belajar dari kupu-kupu
  3. Belajar Mengasihi Dari Malaikat Kecil
  4. Perjuangan Hidup Penambang Belerang
  5. Uang dan waktu
  6. Nick Vujicic, Pria Yang Hidup Tanpa Kaki dan Tangan
  7. true story Surat Seorang Ayah Kepada Anaknya yang Sudah Meninggal
  8. kisah inspiratif orang terkaya ke3 di indonesia
  9. Kisah Mengharukan Seorang Perampok dan Anak Buta
  10. Lanjutkan! (Jangan Kau Berhenti)
  11. Sisihkan 2-3 menit waktu kalian sebentar utk membaca ini
  12. kisah nyata yang terjadi di jepang
  13. Socrates Diperintahkan Meminum Racun karena Mengajarkan Kebenaran
  14. CINTAILAH CINTA
  15. Bicara Dengan Bahasa Hati
  16. tak sesulit yang anda bayangkan
  17. Ibunda, Kenapa Engkau Menangis
  18. PELAJARAN SANG KELEDAI
  19. HARI INI ADALAH ABADI
  20. menikmati kritik dan celaan
  21. sayangilah kekasihmu sebelum ini terjadi
  22. Impian Seluruh Orang Tua
  23. Renungan Seorang Anak
  24. keharusan memberi, bukan menerima
  25. Kisah sebuah guci
  26. Hargailah Sebutir Nasi
  27. kapan kita membahagiakan orang tua kita???
  28. Segala Hal Pasti Butuh Biaya
  29. menuju kebahagiaan
  30. Renungan Hidup/a>
  31. Kebodohan Profesor yang Menganggap Agama Sebuah Mitos
  32. Renungan Buat Wanita Jaman Sekarang
  33. SAAT-SAAT KEMATIAN MENJEMPUT
  34. renungan di kesunyian malam
  35. Suami yg sholeh harta yg berharga buat istri
  36. Perlakukan dengan baik
  37. Kisah Cinta seorang Anak kepada Orang Tuanya
  38. Jati diri Kita yang Sebenarnya
  39. Kenyamanan Bagai Arak Beracun
  40. Berkorban Itu Indah
  41. Pengabdian Tanpa Tanda Jasa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar