Nyamuk Melacak Manusia dari Napas dan Bau Badan


karbon dioksida yang kita embuskan dan bau badan dari kulit kita ternyata menjadi petunjuk jalan bagi nyamuk betina saat berburu manusia yang tepat sebagai mangsa sekaligus inang penyebaran penyakit, seperti malaria, dengue, dan demam kuning. Itu terungkap lewat riset dua ahli serangga di University of California, Riverside, Amerika Serikat.

Kedua ahli entomologi itu melakukan eksperimen untuk mempelajari bagaimana nyamuk betina Aedes aegypti, nyamuk yang menularkan penyakit kuning dan dengue, merespons embusan karbon dioksida dan bau badan manusia.

Laporan yang dipublikasikan dalam Journal of Experimental Biology itu mengungkapkan bahwa embusan karbon dioksida dari napas adalah sinyal pertama yang dideteksi oleh nyamuk. Selanjutnya, serangga itu mengikuti bau yang dikeluarkan kulit untuk menemukan manusia.

Hasil studi Ring Cardé, dosen entomologi di University of California, dan Teun Dekker, yang pernah terlibat dalam laboratorium Cardé dan kini mengajar di Swedish University of Agricultural Research, dapat memberi petunjuk bagaimana bau dapat digunakan dalam kandang jebakan untuk menghadang dan menangkap nyamuk pemburu inang.

Di laboratorium, para ilmuwan melepas nyamuk penyebar penyakit demam kuning ke sebuah terowongan angin yang khusus dibuat untuk studi ini dan merekam jalur penerbangannya. Mereka menemukan bahwa nyamuk hanya sebentar terbang melawan angin ketika karbon dioksida hanya sedikit. Namun nyamuk akan tetap terbang melawan angin ketika konsentrasi karbon dioksida di udara begitu kental dan mengindikasikan kehadiran mangsa hidup.

“Karbon dioksida menginduksi orientasi terbang melawan angin yang jauh lebih cepat dan langsung daripada bau tubuh,” kata Cardé. “Eksperimen kami menunjukkan bahwa respons nyamuk demam kuning terhadap bau tubuh membutuhkan paparan yang lebih lama daripada karbon dioksida untuk memicu nyamuk terbang melawan angin.”

Demam kuning adalah penyakit akibat virus yang menewaskan sekitar 300 ribu orang di seluruh dunia setiap tahun. Dengue atau demam berdarah, penyakit viral lainnya, menginfeksi 50 juta hingga 100 juta orang setiap tahun dan menewaskan 12,5 juta orang.

sumber



  1. monster-monster sungai yang menyramkan
  2. ulat bulu yang dapat bersiul
  3. kucing emas(hewan langka yang hampir punah)
  4. 10 hewan dengan wajah teraneh
  5. penemuan spesies baru di kalimantan
  6. 5 hewan terlangka versi national geographic
  7. mengapa semut berhenti sejenak bila bertemu semut lain?
  8. 5 binatang yang mendapat julukan devil
  9. 3 pohon tertua di dunia
  10. 4 binatang yang mampu membunuh dalam sekejap
  11. ikan paling jelek terancam punah
  12. 10 jenis hiu terbesar di dunia
  13. 10 hewan terakus di dunia
  14. 7 bunga cantik yang mengandung racun mematikan
  15. 10 serangga tercantik yang hampir punah
  16. 10 bintang paling pintar di bumi
  17. jenis-jenis burung paling berbahaya di dunia
  18. hewan-hewan yang digunakan untuk berperang
  19. jamur yang dapat menyala dalam gelap
  20. jenderal sherman pohon terbesar di dunia
  21. ubur-ubur karibia mahluk hidup abadi
  22. mahluk purba di zaman kini
  23. 12 spesies katak langka di temukan
  24. 7 tanaman karnivora
  25. nyamuk melacak manusia dari panas dan bau badan
  26. satu-satunya burung di dunia yang memiliki racun
  27. 5 jenis bunga teraneh
  28. 10 binatang paling tangguh di bumi
  29. cacing kematian dari mongolia
  30. misteri pohon baobab afrika
  31. populasi besar dinosaurus di temukan di antartika
  32. ribuan cacing bercahaya menerangi gua
  33. keindahan hewan naga laut yang dilindungi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar